Oli power steering berperan penting dalam membantu sistem kemudi hidrolik bekerja lebih ringan dan lancar. Jika kondisinya sudah buruk atau volumenya berkurang, Anda bisa merasakan setir lebih berat, muncul suara dari area pompa, hingga respons kemudi yang kurang nyaman. Oleh karena itu, memahami cara ganti oli power steering dengan benar penting agar sistem kemudi tetap bekerja optimal.
Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua mobil menggunakan power steering hidrolik. Mobil dengan Electric Power Steering (EPS) menggunakan motor listrik dan tidak membutuhkan oli power steering. Jadi, pastikan jenis sistem kemudi kendaraan Anda sebelum melakukan penggantian.
Baca juga: SETIR MOBIL TERKUNCI? JANGAN PANIK, KETAHUI PENYEBAB DAN CARA MENGATASINYA
Mengenal Fungsi Oli Power Steering pada Mobil
Pada power steering hidrolik, oli berfungsi sebagai media untuk meneruskan tekanan dari pompa menuju mekanisme kemudi. Tekanan tersebut membantu pengemudi memutar setir dengan lebih ringan.
Selain membantu kerja sistem, cairan ini juga berfungsi melumasi komponen di dalam sistem hidrolik. Jika oli berkurang atau kualitasnya menurun, kerja pompa dan komponen kemudi dapat terganggu.
Sementara itu, sistem EPS menggunakan motor listrik, sensor, dan modul kontrol sehingga tidak membutuhkan cairan hidrolik. Jangan sampai Anda mencari reservoir oli pada mobil yang sebenarnya sudah menggunakan EPS.
Waktu Penggantian Oli Power Steering yang Tepat
Waktu penggantian dapat berbeda berdasarkan model kendaraan, usia, kondisi penggunaan, dan rekomendasi pabrikan. Selain mengikuti buku manual, perhatikan kondisi oli dan gejala yang muncul. Berikut beberapa tanda oli power steering harus segera diganti:
Warna oli berubah menjadi keruh atau jauh lebih gelap.
Tercium bau terbakar dari cairan.
Setir terasa lebih berat dari biasanya.
Muncul suara dengung atau berisik saat setir diputar.
Volume oli di reservoir terus berkurang.
Terlihat rembesan di sekitar selang, pompa, atau steering rack.
Jika volume oli sering berkurang, jangan langsung menganggap masalah selesai setelah menambah cairan. Kondisi tersebut bisa menandakan adanya kebocoran yang perlu ditemukan dan diperbaiki.
Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan
Sebelum melakukan penggantian, siapkan alat dan bahan agar proses berjalan lebih mudah. Anda biasanya membutuhkan:
Oli power steering sesuai spesifikasi kendaraan.
Wadah untuk menampung oli lama.
Tang atau alat untuk melepas klem.
Kunci yang sesuai jika diperlukan.
Selang tambahan jika prosedur kendaraan membutuhkannya.
Lap atau kain untuk membersihkan tumpahan.
Yang paling penting adalah memastikan jenis dan spesifikasi oli sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Jangan memilih cairan hanya berdasarkan warna atau menganggap semua mobil menggunakan oli yang sama.
Cara Ganti Oli Power Steering dengan Mudah dan Aman

Setelah alat siap, lakukan penggantian secara bertahap. Prosedur detail dapat berbeda antar kendaraan, jadi jadikan buku manual sebagai acuan utama.
1. Parkirkan mobil di tempat yang aman
Posisikan mobil di permukaan datar, aktifkan rem parkir, dan pastikan area kerja memiliki ruang yang cukup. Matikan mesin sebelum membuka atau melepas komponen pada sistem power steering.
2. Temukan reservoir power steering
Reservoir biasanya berupa wadah kecil yang memiliki tutup dan tanda batas minimum serta maksimum. Pastikan Anda sudah yakin bahwa wadah tersebut memang reservoir power steering.
3. Identifikasi selang yang akan dikuras
Pada sistem hidrolik terdapat selang yang menghubungkan reservoir, pompa, dan sistem kemudi. Untuk prosedur pengurasan, biasanya selang balik atau return hose yang dilepas agar oli lama dapat dialirkan ke wadah penampung.
Jangan asal melepas selang bertekanan tinggi. Jika Anda tidak yakin membedakan jalurnya, lebih aman mengikuti diagram pada buku manual atau menyerahkannya kepada teknisi.
4. Kuras oli lama
Tempatkan wadah di bawah selang yang dilepas, kemudian alirkan oli lama hingga keluar. Pada beberapa kendaraan, proses flushing dapat mengharuskan mesin dinyalakan dan setir digerakkan perlahan ke kiri dan kanan.
Namun, jangan melakukan langkah tersebut secara sembarangan. Ikuti prosedur khusus kendaraan dan jangan membiarkan reservoir kosong ketika pompa sedang bekerja karena dapat menyebabkan kerusakan.
5. Isi dengan oli baru
Setelah oli lama terkuras, pasang kembali komponen yang diperlukan sesuai prosedur kendaraan. Tuangkan oli baru yang sesuai spesifikasi secara bertahap hingga mencapai level yang ditentukan.
Pastikan tidak ada kotoran yang masuk ke reservoir selama proses pengisian.
6. Buang udara dari sistem jika diperlukan
Udara yang terjebak di dalam sistem hidrolik dapat membuat kemudi terasa tidak normal atau menimbulkan suara dari pompa. Jika prosedur kendaraan mengharuskannya, lakukan bleeding dengan menggerakkan setir secara perlahan dari kiri ke kanan sesuai petunjuk pabrikan.
Hindari menahan setir terlalu lama pada posisi mentok karena dapat memberikan beban tinggi pada sistem power steering.
Ada Masalah pada Steering? Sebaiknya Cek ke Bengkel
Penggantian sendiri dapat dilakukan jika Anda memahami sistem kendaraan dan prosedurnya. Namun, lebih baik gunakan bantuan teknisi jika terdapat kebocoran, suara pompa yang keras, setir tetap berat setelah penggantian, atau Anda tidak yakin dengan jenis oli dan jalur selang yang harus dilepas.
Pemeriksaan di bengkel juga lebih tepat jika masalah kemudi ternyata bukan sekadar kualitas oli. Pompa power steering, selang, seal, atau steering rack yang bermasalah membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Sudah Ganti Oli tapi Setir Masih Berat? Cek Racksteer Mobil Anda
Mengganti oli saja belum tentu menyelesaikan masalah jika setir masih berat, muncul bunyi saat belok, handling kurang presisi, atau terdapat rembesan oli power steering. Jika Anda mengalami gejala tersebut, pemeriksaan dan servis racksteer dapat membantu menemukan sumber masalah sekaligus menentukan perbaikan yang sesuai.
Melalui Paket Racksteer Ultimate, TJM Auto Care menangani rebuild racksteer, penggantian seal dan oli power steering, cleaning area racksteer, hingga pengencangan baut dan klem steering, dengan tambahan pemeriksaan EPS dan basic toe adjustment serta garansi 1 bulan. Jika ingin memastikan kondisi steering mobil Anda, booking servisnya sekarang lalu kunjungi bengkel TJM Auto Care terdekat dari lokasi Anda, cabangnya saat ini sudah tersebar di banyak kota besar di Indonesia.



