Lampu indikator airbag menyala setelah mesin hidup? Jangan langsung panik, tetapi jangan pula menganggapnya sebagai masalah sepele. Indikator ini berkaitan dengan Sistem Airbag atau SRS (Supplemental Restraint System) yang menjadi bagian penting dari fitur keselamatan kendaraan.
Dalam kondisi normal, indikator airbag biasanya menyala sesaat ketika kontak dinyalakan untuk melakukan self-check, lalu mati. Jika tetap menyala setelah mesin hidup atau kembali menyala saat berkendara, sistem perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Baca juga: Electric Power Steering: Fungsi, Cara Kerja, Komponen, dan Kelebihannya
Apa Arti Lampu Indikator Airbag Menyala?
Lampu airbag merupakan indikator peringatan yang memberi tahu pengemudi bahwa sistem SRS mendeteksi kondisi tidak normal. Sistem ini dapat melibatkan airbag, sensor tabrakan, modul kontrol, wiring, konektor, hingga pretensioner sabuk pengaman, tergantung desain kendaraan.
Indikator yang menyala tidak selalu berarti airbag pasti gagal bekerja. Namun, karena gangguan dapat memengaruhi kesiapan fitur keselamatan saat terjadi kecelakaan, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.
Penyebab Lampu Indikator Airbag Menyala
Ada beberapa kemungkinan penyebab yang dapat membuat indikator SRS tetap menyala, antara lain:
1. Sensor Tabrakan Bermasalah
Sensor tabrakan berfungsi mendeteksi benturan dan mengirimkan informasi kepada sistem kontrol. Kerusakan sensor atau rangkaiannya dapat menyebabkan kerusakan sensor terdeteksi dan tersimpan sebagai fault code.
2. Konektor atau Kabel Sistem Airbag Bermasalah
Wiring atau konektor yang mengalami gangguan dapat menghambat komunikasi antarkomponen SRS. Masalah ini bisa muncul setelah perbaikan tertentu, benturan, atau pekerjaan kelistrikan pada kendaraan.
3. Modul Kontrol Airbag Mengalami Gangguan
Modul kontrol mengolah informasi dari sensor dan menentukan respons sistem berdasarkan kondisi yang terdeteksi. Gangguan komunikasi atau kegagalan modul dapat memunculkan pesan kesalahan dan membuat indikator tetap menyala.
4. Masalah pada Sistem Pengaktifan Airbag
Sistem airbag memiliki rangkaian pengaktifan yang bekerja berdasarkan keputusan sistem kontrol dan kondisi benturan. Gangguan pada rangkaian atau komponen terkait dapat menyebabkan sistem menyimpan kesalahan.
5. Tegangan Baterai Tidak Stabil
Tegangan baterai yang rendah atau tidak stabil dapat memicu gangguan pada sistem elektronik tertentu. Meski begitu, kondisi baterai tidak boleh langsung dianggap sebagai penyebab utama tanpa pemeriksaan.
6. Pernah Mengalami Benturan atau Perbaikan
Jika mobil pernah mengalami kecelakaan, komponen SRS perlu diperiksa secara menyeluruh. Pada kendaraan tertentu, komponen yang sudah aktif akibat benturan mungkin perlu diganti sesuai prosedur pabrikan.
Risiko Mengemudi Saat Indikator Airbag Masih Menyala

Ketika indikator tetap menyala, kesiapan sistem SRS saat terjadi kecelakaan mungkin tidak berada dalam kondisi normal. Kondisi ini berbeda dengan lampu rem atau peringatan baterai karena masing-masing indikator menunjukkan sistem yang berbeda.
Jika indikator airbag muncul setelah kecelakaan, terdapat kerusakan fisik, atau disertai masalah sabuk pengaman, pemeriksaan harus diprioritaskan.
Baca juga: Air Suspension Mobil: Cara Kerja, Fungsi, Kelebihan, dan Kekurangannya
Cara Memeriksa Lampu Indikator Airbag Menyala
Pemeriksaan awal dapat dilakukan dengan memperhatikan kapan indikator muncul dan apakah terdapat peringatan di dasbor lainnya. Informasikan juga kepada teknisi jika kendaraan baru saja mengalami benturan atau perbaikan kelistrikan.
Selanjutnya, gunakan alat diagnostik yang memang mendukung akses ke modul SRS. Scanner dapat membaca fault code dan membantu teknisi menentukan bagian sistem yang perlu diperiksa, tetapi kode tersebut harus diinterpretasikan berdasarkan spesifikasi kendaraan.
Jangan sekadar menghapus kode kesalahan tanpa memperbaiki sumber masalah. Pemeriksaan komponen SRS juga sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memahami prosedur keselamatan karena beberapa komponennya bersifat pyrotechnic.
Cara Mengatasi Masalah Indikator Airbag
Cara mengatasinya bergantung pada hasil diagnosis. Jika ditemukan masalah pada sensor, wiring, konektor, modul kontrol, atau komponen SRS lainnya, perbaikan perlu mengikuti spesifikasi dan prosedur kendaraan.
Setelah sumber masalah diperbaiki, teknisi dapat melakukan system check dan menghapus fault code menggunakan alat yang sesuai. Jika indikator kembali menyala, berarti masih diperlukan pemeriksaan lanjutan.
Periksa Rack Steer dan Steering di TJM Auto Care
Jika lampu indikator airbag menyala dan Anda ingin memastikan kondisi sistem steering sekaligus sensor terkait, TJM Auto Care menyediakan pilihan layanan mulai dari Steering Komplit hingga Steering Super Komplit dan Steering Ultimate. Pemeriksaan mencakup area seperti rack steer, steering column, sensor kelistrikan, dan komponen kemudi lainnya sesuai kebutuhan kendaraan.
Jika Anda mengalami setir berat, bunyi saat belok, atau handling kurang presisi, Anda bisa menemukan service rack steer terdekat untuk mendapatkan arahan pemeriksaan sesuai kondisi mobil. Booking sekarang lalu kunjungi cabang TJM Auto Care terdekat yang tersedia di berbagai kota besar di Indonesia untuk mendapatkan layanan steering yang sesuai kebutuhan mobil Anda.




