Mobil Terasa Goyang Saat Jalan Pelan? Bisa Jadi Ada Masalah pada Komponen Ini, Cek Penyebabnya
HomeBlogMobil Terasa Goyang Saat Jalan Pelan? Bisa Jadi Ada Masalah pada Komponen Ini, Cek Penyebabnya

Mobil Terasa Goyang Saat Jalan Pelan? Bisa Jadi Ada Masalah pada Komponen Ini, Cek Penyebabnya

Selasa, 11 Agustus 2026

Mobil terasa goyang saat jalan pelan? Kenali penyebabnya mulai dari ban, suspensi, hingga kaki-kaki mobil agar tetap aman berkendara. Cek kondisi mobil Anda sekarang!

Saat mobil terasa goyang saat jalan pelan, banyak pengemudi menganggap hal tersebut hanya disebabkan kondisi jalan yang kurang rata. Padahal, getaran atau rasa limbung pada mobil bisa menjadi tanda adanya masalah pada beberapa komponen penting, mulai dari ban, kaki-kaki, sistem suspensi, hingga bagian penggerak kendaraan.

Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan karena dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan berkendara. Mobil yang tidak stabil bisa membuat pengemudi kesulitan menjaga arah jalan, terutama ketika melewati jalan raya dengan kondisi ramai. Dengan mengetahui penyebabnya sejak awal, Anda dapat melakukan pemeriksaan dan perawatan mobil sebelum kerusakan menjadi lebih parah.

Baca juga: Komponen Kaki Kaki Mobil: Mengenal Fungsi hingga Cara Merawatnya

Penyebab Mobil Terasa Goyang Saat Jalan Pelan

Rasa goyang saat berkendara biasanya muncul karena roda, suspensi, atau komponen pendukung lainnya tidak bekerja secara optimal. Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemukan.

1. Kondisi Ban Mobil Tidak Optimal

Ban menjadi salah satu komponen pertama yang perlu diperiksa ketika mobil mengalami guncangan mobil atau terasa tidak stabil. Ban yang mengalami kerusakan dapat membuat putaran roda menjadi tidak seimbang sehingga mobil terasa bergoyang meskipun berjalan dalam kecepatan rendah. Beberapa masalah ban yang dapat menyebabkan kondisi tersebut antara lain:

  • Ban mengalami benjolan akibat benturan keras.

  • Permukaan ban aus tidak merata.

  • Struktur ban mulai rusak karena usia pemakaian.

  • Tekanan angin tidak sesuai standar.

Ban yang sudah tidak dalam kondisi baik dapat memengaruhi kestabilan kendaraan karena bagian yang bersentuhan langsung dengan jalan raya adalah ban. Oleh karena itu, pemeriksaan kondisi ban perlu dilakukan secara rutin, terutama sebelum perjalanan jauh.

2. Tekanan Angin Ban Tidak Sesuai

Selain kondisi fisik ban, tekanan angin juga berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara. Ban dengan tekanan terlalu rendah dapat membuat mobil terasa berat dan kurang stabil, sedangkan tekanan terlalu tinggi dapat mengurangi daya cengkeram ban.

Anda dapat menggunakan alat pengukur tekanan untuk memastikan tekanan ban masih sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Pemeriksaan sederhana ini dapat membantu mencegah berbagai masalah seperti ban cepat aus, konsumsi bahan bakar meningkat, hingga mobil terasa bergoyang saat dikendarai.

3. Velg Penyok atau Roda Tidak Seimbang

Velg mobil yang mengalami penyok akibat menghantam lubang atau benturan keras juga dapat menyebabkan mobil terasa tidak stabil. Perubahan bentuk pada velg membuat putaran roda tidak sempurna sehingga muncul getaran yang terasa hingga ke bodi mobil. Biasanya masalah pada velg ditandai dengan:

  • Stir mobil terasa bergetar.

  • Mobil terasa menarik ke arah tertentu.

  • Ban sering kehilangan tekanan.

  • Getaran muncul meskipun kondisi jalan cukup rata.

Jika ditemukan masalah pada velg, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah masih dapat diperbaiki atau perlu diganti menggunakan suku cadang baru.

Masalah Sistem Suspensi yang Bisa Membuat Mobil Tidak Stabil

Sistem suspensi memiliki fungsi penting untuk menjaga kestabilan mobil sekaligus meredam guncangan ketika melewati jalan yang tidak rata. Ketika komponen suspensi mulai mengalami kerusakan, mobil dapat terasa mengayun atau bergoyang saat dikendarai.

1. Shockbreaker Mulai Lemah

Shockbreaker bertugas mengontrol gerakan pegas agar mobil tetap stabil. Jika komponen ini melemah, mobil akan terasa memantul lebih banyak ketika melewati jalan berlubang atau polisi tidur.

Ciri shockbreaker bermasalah antara lain:

  • Mobil terasa limbung saat berbelok.

  • Bodi mobil memantul berlebihan.

  • Terdapat kebocoran oli pada shockbreaker.

  • Kenyamanan berkendara menurun.

2. Bushing, Ball Joint, dan Tie Rod Mengalami Keausan

Komponen kaki-kaki seperti bushing, ball joint, dan tie rod memiliki peran dalam menjaga posisi roda serta membantu sistem kemudi bekerja dengan baik.

Ketika komponen tersebut mulai aus, beberapa gejala yang dapat muncul yaitu:

  • Mobil terasa goyang saat melewati jalan tidak rata.

  • Terdengar bunyi dari bagian bawah mobil.

  • Stir mobil terasa kurang stabil.

  • Arah kendaraan sulit dikontrol.

Kerusakan pada kaki-kaki tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi keamanan berkendara karena berhubungan langsung dengan pengendalian kendaraan.

3. Bantalan Roda Mengalami Kerusakan

Bantalan roda atau wheel bearing berfungsi membantu roda berputar dengan lancar. Jika komponen ini mengalami keausan, putaran roda dapat menjadi tidak stabil dan menimbulkan suara maupun getaran.

Tanda bantalan roda bermasalah biasanya berupa suara dengung dari area roda, getaran pada kendaraan, serta mobil terasa kurang nyaman saat berjalan.

Baca juga: Fungsi Ball Joint Mobil yang Menjaga Stabilitas, Kemudi, dan Kenyamanan Berkendara

Penyebab Lain Mobil Goyang Saat Berkendara

Selain ban dan suspensi, terdapat beberapa faktor lain yang juga dapat menyebabkan mobil mengalami getaran.

Spooring dan Balancing Belum Dilakukan

Spooring berfungsi mengatur keselarasan roda, sedangkan balancing membantu memastikan berat roda tetap seimbang ketika berputar. Jika kedua proses ini tidak dilakukan secara berkala, mobil dapat terasa tidak stabil.

Biasanya kondisi ini muncul setelah:

  • Mengganti ban baru.

  • Menghantam lubang cukup keras.

  • Melakukan perjalanan dengan jarak tempuh tinggi.

  • Mengalami keausan pada komponen kaki-kaki.

Gejala yang sering dirasakan adalah stir mobil bergetar, mobil berjalan tidak lurus, dan ban mengalami aus tidak merata.

Engine Mount Mengalami Kerusakan

Engine mount berfungsi menahan posisi mesin sekaligus meredam getaran dari mesin mobil. Jika bagian karetnya retak atau aus, getaran mesin dapat diteruskan hingga kabin.

Pengemudi biasanya merasakan:

  • Getaran saat mesin hidup.

  • Hentakan ketika perpindahan gigi transmisi.

  • Suara tidak normal dari area mesin.

Cross Joint Propeller Shaft Bermasalah

Pada mobil dengan sistem penggerak belakang atau 4WD, cross joint propeller shaft memiliki fungsi meneruskan tenaga dari gear mobil menuju roda. Jika komponen ini mengalami masalah, getaran dapat terasa ketika mobil mulai berjalan atau melakukan akselerasi.

Pemeriksaan bagian ini sebaiknya dilakukan oleh mekanik mobil karena membutuhkan pengecekan komponen bagian bawah kendaraan.

Jangan Tunggu Kerusakan Semakin Parah, Service Kaki-Kaki Mobil Anda Sekarang

8 Rekomendasi Bengkel Mobil di Bandung, Terbaik dan Terpercaya

Jika mobil terasa goyang saat jalan pelan, segera lakukan pemeriksaan pada komponen kaki-kaki agar masalah tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar. TJM Auto Care menyediakan layanan service kaki kaki mobil untuk membantu mengatasi berbagai keluhan seperti bunyi gluduk, setir bergetar, mobil limbung, hingga handling yang terasa kurang stabil. Dengan pengecekan detail dan pengerjaan oleh mekanik berpengalaman, kondisi kaki-kaki mobil dapat dianalisis sesuai kebutuhan kendaraan Anda.

TJM Auto Care Menyediakan berbagai layanan kaki kaki mobil melalui Paket Kaki-Kaki Super Hemat, Paket Kaki-Kaki Super Komplit, hingga Paket Kaki-Kaki yang termasuk pemeriksaan dan perbaikan. Segera booking service kaki-kaki mobil Anda dan kunjungi outlet TJM Auto Care terdekat dari lokasi Anda. Cabang TJM Auto Care saat ini tersebar di berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Balikpapan, hingga Samarinda.