Power steering bocor sering kali diawali dengan rembesan kecil yang tidak disadari pemilik mobil. Padahal, oli power steering bocor dapat membuat sistem kemudi kehilangan tekanan hidrolik sehingga setir terasa lebih berat dan berisiko merusak komponen lain jika dibiarkan terlalu lama.
Banyak pengendara baru menyadari masalah ini ketika menemukan tetesan oli di lantai garasi atau mendengar suara dengung saat memutar setir. Oleh karena itu, memahami penyebab, gejala, serta cara mengatasinya menjadi langkah penting agar kerusakan tidak berkembang menjadi perbaikan yang lebih mahal.
Baca juga: Ciri Kaki-Kaki Mobil Rusak dan Kapan Harus Rekondisi
Apa Itu Power Steering dan Mengapa Oli Sangat Penting?
Power steering merupakan bagian dari sistem steering yang dirancang untuk membantu pengemudi memutar setir dengan lebih ringan dan nyaman. Pada mobil yang masih menggunakan sistem power steering hidrolik, proses tersebut mengandalkan tekanan oli power steering yang dipompa menuju steering rack melalui pipa oli dan berbagai sambungan oli. Tekanan hidrolik inilah yang membuat setir tetap responsif, terutama saat parkir atau bermanuver pada kecepatan rendah.
Berbeda dengan Electronic Power Steering (EPS) yang menggunakan motor listrik sebagai penggerak, sistem hidrolik sangat bergantung pada kondisi dan volume oli. Ketika oli power steering bocor, tekanan di dalam sistem akan menurun sehingga bantuan kemudi tidak lagi bekerja secara optimal. Akibatnya, setir terasa lebih berat, muncul bunyi dengung dari pompa power steering, hingga berpotensi mempercepat kerusakan komponen lain pada sistem kemudi.
Fungsi oli power steering sebenarnya tidak hanya sebatas membuat setir terasa ringan. Oli ini juga berperan sebagai fluida hidrolik yang menyalurkan tenaga dari pompa menuju steering rack agar seluruh mekanisme kemudi dapat bekerja dengan baik.
6 Penyebab Power Steering Bocor
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kebocoran pada sistem power steering. Mengetahui sumber masalah akan membantu menentukan jenis perbaikan yang diperlukan.
1. Seal Steering Rack Aus atau Robek
Seal pada steering rack merupakan penyebab kebocoran yang paling sering ditemukan. Seiring usia pemakaian, material seal dapat mengeras, retak, atau aus sehingga oli mulai merembes keluar.
Awalnya rembesan mungkin hanya sedikit, tetapi lama-kelamaan volume bocor oli akan semakin besar hingga menyebabkan level oli turun drastis.
2. Selang Power Steering Retak
Selang power steering bekerja pada tekanan tinggi dan berada di area mesin yang memiliki suhu panas. Paparan panas dalam waktu lama membuat material selang menjadi getas, retak, bahkan pecah.
Jika dibiarkan, kebocoran akan semakin besar dan tekanan hidrolik berkurang sehingga setir menjadi berat.
3. Klem atau Sambungan Oli Longgar
Selain selang, bagian sambungan oli juga dapat menjadi sumber kebocoran. Klem yang mulai longgar akibat usia atau bekas pembongkaran sering kali membuat oli merembes keluar.
Masalah ini sebenarnya tergolong ringan apabila segera ditemukan dan dikencangkan kembali.
4. Reservoir Power Steering Retak
Tabung reservoir menyimpan cadangan oli sebelum dialirkan ke sistem. Benturan keras atau usia pakai yang lama dapat menyebabkan reservoir retak sehingga oli menetes secara perlahan.
5. Selang Tertekuk
Posisi selang yang tertekuk membuat aliran oli tidak lancar. Tekanan dalam sistem meningkat sehingga berpotensi menyebabkan rembesan hingga kerusakan pada selang maupun pompa power steering.
6. Ball Joint Bermasalah
Meski bukan penyebab langsung kebocoran, ball joint yang aus dapat memengaruhi kerja sistem kemudi. Beban pada komponen steering meningkat sehingga mempercepat keausan beberapa bagian power steering.
Ciri-Ciri Power Steering Bocor

Selain munculnya tetesan oli di bawah mobil, ada beberapa tanda lain yang perlu Anda waspadai.
Setir Terasa Lebih Berat
Gejala paling umum adalah setir yang semakin berat, terutama ketika parkir atau berbelok pada kecepatan rendah.
Muncul Suara Dengung
Ketika volume oli mulai berkurang, pompa power steering bekerja lebih keras. Akibatnya muncul suara dengung atau bunyi kasar saat setir diputar.
Oli Power Steering Cepat Berkurang
Apabila Anda sering menambah oli tetapi volumenya terus berkurang, besar kemungkinan terjadi kebocoran pada sistem.
Ada Tetesan Oli di Lantai Garasi
Perhatikan area parkir mobil. Jika terdapat cairan kemerahan atau kekuningan yang bukan berasal dari kondensasi AC maupun oli mesin, segera lakukan pemeriksaan.
Cara Mengatasi Power Steering Bocor
Penanganan terbaik bergantung pada sumber kebocorannya. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh perlu dilakukan sebelum mengganti komponen.
Mengganti Seal Steering Rack
Jika seal sudah retak atau mengeras, solusi terbaik adalah menggantinya dengan yang baru agar tekanan hidrolik kembali normal.
Mengganti Selang yang Rusak
Selang yang retak atau pecah sebaiknya langsung diganti. Menambal selang hanya bersifat sementara dan berisiko bocor kembali.
Mengencangkan atau Mengganti Klem
Untuk kebocoran ringan akibat sambungan longgar, mekanik biasanya cukup mengencangkan klem atau menggantinya apabila sudah aus.
Mengganti Reservoir
Reservoir yang retak tidak dapat diperbaiki secara permanen. Penggantian menjadi solusi paling aman agar kebocoran berhenti.
Mengganti Oli dan Melakukan Flushing
Setelah perbaikan selesai, oli lama sebaiknya dikuras kemudian diganti dengan oli baru sesuai spesifikasi pabrikan. Proses flushing juga membantu membersihkan kotoran yang mungkin sudah beredar di dalam sistem.
Cara Mencegah Power Steering Bocor
Perawatan rutin jauh lebih murah dibandingkan biaya perbaikan akibat kerusakan besar. Beberapa langkah yang bisa dilakukan meliputi:
Memeriksa level oli power steering secara berkala.
Menggunakan oli sesuai rekomendasi pabrikan.
Tidak membiarkan reservoir kosong.
Memeriksa kondisi selang, pipa oli, dan sambungan.
Menghindari menahan setir pada posisi mentok terlalu lama.
Melakukan perawatan power steering sesuai jadwal servis.
Memeriksa kondisi komponen lain seperti bantalan roda, alat steering, dan sistem kemudi secara menyeluruh ketika servis berkala.
Saat melakukan servis kendaraan, Anda juga dapat meminta mekanik memeriksa komponen lain seperti aki mobil, alternator mobil, busi mobil, oli rem, oli transmisi, hingga kondisi bumper depan, pelek mobil, dan berbagai suku cadang mobil. Pemeriksaan menyeluruh membantu menjaga performa kendaraan sekaligus mendeteksi potensi kerusakan sejak dini.
Atasi Power Steering Bocor Sebelum Kerusakan Semakin Parah di TJM AutoCare
Power steering bocor tidak boleh dianggap sebagai masalah sepele karena kebocoran yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi kerusakan pada steering rack, pompa power steering, hingga membuat setir terasa berat dan handling kurang presisi. Semakin lama dibiarkan, semakin besar pula risiko kerusakan komponen dan biaya perbaikannya.
Jika mobil Anda mulai menunjukkan gejala seperti setir berat, muncul bunyi saat berbelok, atau oli power steering bocor, segera lakukan pemeriksaan di bengkel yang berpengalaman. Melalui layanan service rack steer dari TJM Autocare, kendaraan akan melalui proses diagnosis yang jelas, mulai dari penggantian seal rack steer, penggantian oli power steering berkualitas premium, rebuild rack steer dan pembersihan area rack steer, pengencangan baut serta klem steering, hingga pengecekan sistem EPS dan basic toe adjustment.



