Membeli mobil bekas bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan kendaraan sesuai kebutuhan dengan budget yang lebih terjangkau. Namun, tips membeli mobil bekas bukan hanya soal mencari harga murah. Kondisi mesin, transmisi, bodi, kaki-kaki, riwayat servis, kelengkapan dokumen, hingga biaya perawatan setelah pembelian juga perlu diperiksa.
Bagi pemula, jangan langsung tertarik hanya karena tampilan mobil terlihat mulus atau angka kilometer rendah. Kami sarankan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan membandingkan beberapa unit sebelum menentukan pilihan.
Baca juga: Pengalaman Service Kaki Kaki Mobil di TJM Auto Care, Ketika Keluhan Mobil Goyang Berhasil Ditangani
Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Membeli Mobil Bekas
Sebelum mulai mencari kendaraan, tentukan kebutuhan dan anggaran terlebih dahulu. Pikirkan apakah mobil akan digunakan untuk aktivitas harian, perjalanan keluarga, atau kebutuhan lainnya.
Selain harga beli, siapkan juga dana untuk pajak, bahan bakar, servis, asuransi, dan kemungkinan penggantian komponen setelah mobil dimiliki. Jika membeli secara kredit, jangan hanya melihat besarnya cicilan bulanan, tetapi perhatikan juga DP, bunga, tenor, dan total pembayaran.
Riset beberapa model yang sesuai kebutuhan juga penting. Bandingkan harga, konsumsi bahan bakar, ketersediaan sparepart, biaya perawatan, dan reputasi model berdasarkan informasi yang dapat dipercaya.
Tips Membeli Mobil Bekas untuk Pemula
Setelah menentukan kebutuhan dan budget, Anda bisa mulai melakukan pemeriksaan terhadap unit yang diminati. Berikut beberapa tips beli mobil bekas yang penting diperhatikan.
1. Periksa Kondisi Eksterior dan Bodi
Jangan hanya melihat apakah cat mobil terlihat mengilap. Perhatikan kondisi bodi dari berbagai sudut untuk mencari tanda perbaikan atau kerusakan.
Cek apakah terdapat perbedaan warna antar-panel, celah panel yang tidak rata, bekas pengecatan, karat, atau bagian bodi yang terlihat tidak presisi. Perhatikan juga kondisi kaca dan lampu, termasuk apakah terdapat retak atau kerusakan.
Jika menemukan tanda bekas kecelakaan, jangan langsung menyimpulkan bahwa mobil tidak layak dibeli. Sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui tingkat kerusakannya.
2. Periksa Mesin dan Ruang Mesin
Pemeriksaan mesin menjadi salah satu bagian penting dalam cara memilih mobil bekas. Jika memungkinkan, lihat kondisi mesin sebelum kendaraan dinyalakan.
Perhatikan apakah terdapat kebocoran oli atau cairan lain di sekitar ruang mesin. Setelah mesin hidup, dengarkan apakah ada suara yang tidak normal, getaran berlebihan, atau putaran mesin yang tidak stabil.
Ruang mesin yang sangat bersih juga tidak otomatis menandakan kondisinya bagus. Karena itu, perhatikan kembali area mesin setelah kendaraan digunakan beberapa saat untuk melihat kemungkinan munculnya rembesan.
Jika Anda tidak memahami mesin, jangan memaksakan pemeriksaan sendiri. Teknisi atau inspektor profesional dapat membantu melihat kondisi yang sulit dikenali oleh pembeli pemula.
3. Cek Transmisi, Kaki-Kaki, Rem, dan Ban
Komponen mekanis lain juga perlu diperiksa karena biaya perbaikannya bisa cukup besar. Untuk transmisi, rasakan apakah perpindahan gigi berlangsung normal dan tidak disertai hentakan atau suara yang tidak biasa.
Periksa pula kondisi rem, kemudi, suspensi, dan kaki-kaki. Pada bagian ban, lihat ketebalan tapak serta apakah keausannya merata.
Kondisi kaki-kaki juga lebih mudah dinilai ketika mobil dikendarai. Karena itu, jangan melewatkan test drive hanya karena kondisi eksterior terlihat baik.
4. Periksa Interior dan Sistem Kelistrikan
Masuk ke kabin dan pastikan berbagai perangkat bekerja dengan normal. Anda dapat memeriksa:
Kondisi jok dan dashboard.
AC.
Power window.
Central lock.
Sistem audio.
Lampu kabin dan lampu eksterior.
Wiper dan washer.
Indikator pada panel instrumen.
Perhatikan juga tingkat keausan interior. Kondisi jok, pedal, dan setir dapat memberikan gambaran mengenai penggunaan kendaraan, meskipun tidak bisa dijadikan bukti tunggal untuk menentukan kondisi mobil.
5. Cek Odometer dan Riwayat Servis
Odometer adalah alat yang menunjukkan jarak tempuh kendaraan. Angka kilometer memang penting diperhatikan, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya patokan.
Mobil dengan kilometer rendah belum tentu lebih baik jika tidak memiliki riwayat perawatan yang jelas. Sebaliknya, mobil dengan jarak tempuh lebih tinggi masih dapat menjadi pertimbangan jika servisnya rutin dan kondisinya terawat.
Mintalah buku servis atau bukti perawatan jika tersedia. Dari riwayat tersebut, Anda dapat mengetahui servis rutin, penggantian komponen, dan perbaikan besar yang pernah dilakukan.
Selain riwayat servis, tanyakan juga mengenai penggunaan kendaraan. Informasi tentang riwayat kecelakaan, banjir, atau penggunaan berat dapat membantu Anda memperkirakan kondisi mobil dan potensi biaya perbaikannya.
Baca juga: SERVIS DI BENGKEL RESMI ATAU BENGKEL UMUM? CEK PERBEDAAN DAN PLUS MINUSNYA
6. Pastikan Dokumen Mobil Lengkap dan Sesuai
Jangan sampai pemeriksaan mobil hanya berhenti pada kondisi fisik. Dokumen kendaraan juga harus diperiksa sebelum transaksi.
Pastikan STNK dan BPKB tersedia serta identitas kendaraan sesuai. Cocokkan nomor rangka dan nomor mesin yang tercantum pada dokumen dengan kendaraan secara langsung.
Nomor rangka atau VIN merupakan identitas khusus kendaraan yang digunakan untuk mencocokkan data mobil. Jika terdapat ketidaksesuaian antara dokumen dan kendaraan, sebaiknya minta penjelasan terlebih dahulu sebelum melanjutkan transaksi.
Periksa juga status pajak dan tanyakan apakah terdapat tunggakan atau masalah administrasi lainnya. Pastikan proses jual beli dilakukan dengan dokumen dan perjanjian yang jelas.
7. Lakukan Test Drive Sebelum Membeli
Test drive bukan sekadar untuk merasakan kenyamanan berkendara. Ini merupakan kesempatan untuk mengetahui respons berbagai komponen yang tidak selalu terlihat saat mobil dalam kondisi diam.
Saat melakukan test drive, perhatikan:
Respons mesin dan pedal gas.
Perpindahan transmisi.
Respons rem.
Kestabilan kemudi.
Getaran saat mobil berjalan.
Bunyi dari suspensi atau kaki-kaki.
Kenyamanan dan posisi duduk.
Jika memungkinkan, coba mobil di jalan dengan kondisi berbeda, misalnya jalan datar, tanjakan, atau permukaan yang tidak rata. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan gambaran kondisi kendaraan secara lebih menyeluruh.
8. Jangan Hanya Tergiur Harga Murah
Harga menjadi salah satu pertimbangan ketika membeli mobil, tetapi bukan satu-satunya. Mobil dengan harga lebih murah dapat membutuhkan biaya tambahan jika ternyata terdapat masalah pada mesin, transmisi, kaki-kaki, kelistrikan, atau komponen lainnya.
Bandingkan beberapa unit dengan tahun, model, dan kondisi yang relatif serupa. Jika menemukan harga yang jauh berbeda dari kendaraan sejenis, cari tahu alasannya sebelum mengambil keputusan.
Sudah Beli Mobilnya? Saatnya Cek Kondisinya
Tips membeli mobil bekas tidak berhenti pada pemeriksaan sebelum transaksi, karena kondisi mobil tetap perlu dijaga setelah Anda memilikinya. Jika ingin melakukan pengecekan dan perawatan lebih lengkap, Anda bisa mempertimbangkan TJM Special Package dari bengkel kaki-kaki mobil TJM Auto Care yang menawarkan layanan servis tune up 65 Komponen, gurah mesin, carbon clean, injector clean, paket radiator, paket rem, hingga penggantian oli Shell HX sesuai kebutuhan kendaraan.
Jika mobil Anda membutuhkan pengecekan dan perawatan lebih lanjut segera lakukan booking lalu mendatangi bengkel TJM Auto Care terdekat yang saat ini tersedia di banyak kota besar di Indonesia mulai dari Jakarta, Tangerang, Bandung, Jogja, Surabaya, Bali, Balikpapan, Samarinda, Pekanbaru, hingga Makassar.




