Mengenal Komponen Rem Tromol Mobil, Cara Kerja, dan Fungsi Setiap Bagiannya
HomeBlogMengenal Komponen Rem Tromol Mobil, Cara Kerja, dan Fungsi Setiap Bagiannya

Mengenal Komponen Rem Tromol Mobil, Cara Kerja, dan Fungsi Setiap Bagiannya

Sabtu, 3 Oktober 2026

Komponen rem tromol mobil punya fungsi penting dalam menjaga pengereman tetap aman. Kenali bagian dan cara kerjanya, lalu cek kondisi rem mobil Anda.

Rem tromol merupakan salah satu sistem pengereman yang masih banyak digunakan pada mobil, terutama pada roda belakang. Komponen rem tromol mobil terdiri dari beberapa bagian yang saling bekerja sama untuk mengubah tekanan pada pedal rem menjadi gaya gesek sehingga putaran roda dapat diperlambat atau dihentikan.

Setiap bagian memiliki fungsi berbeda, mulai dari tromol sebagai permukaan gesek, brake shoe dan kampas rem sebagai penghasil gesekan, hingga wheel cylinder yang menggerakkan brake shoe. Supaya lebih mudah dipahami, berikut penjelasan bagian-bagian rem tromol dan cara kerjanya.

Baca juga: PERBEDAAN COILOVER DAN SHOCKBREAKER YANG WAJIB DIPAHAMI SEBELUM UPGRADE SUSPENSI MOBIL

Memahami Sistem Rem Tromol Mobil

Rem tromol adalah sistem pengereman yang menggunakan komponen berbentuk drum atau tabung tertutup sebagai permukaan gesek. Tromol berputar mengikuti roda, sedangkan kampas rem akan menekan permukaan bagian dalamnya ketika pedal rem diinjak.

Karena sebagian besar komponennya berada di dalam tromol, sistem ini memiliki konstruksi yang berbeda dengan rem cakram. Rem tromol juga sering digunakan pada roda belakang karena cukup efektif untuk kebutuhan pengereman sekaligus dapat terintegrasi dengan mekanisme rem parkir.

Komponen Rem Tromol Mobil yang Perlu Diketahui

Trommelbremse

Hundehalter, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Berikut beberapa komponen utama yang umum ditemukan pada sistem rem tromol mobil:

1. Tromol Rem

Tromol atau brake drum merupakan bagian berbentuk seperti drum yang berputar bersama roda. Bagian dalam tromol menjadi permukaan tempat kampas rem melakukan gesekan.

Saat permukaannya ditekan kampas, putaran tromol berkurang sehingga roda ikut melambat. Kondisi permukaan tromol sangat berpengaruh terhadap kualitas pengereman.

2. Brake Shoe dan Kampas Rem

Brake shoe adalah dudukan berbentuk melengkung yang menopang kampas rem. Ketika sistem pengereman bekerja, brake shoe bergerak ke arah luar dan membawa kampas mendekati permukaan bagian dalam tromol.

Kampas rem merupakan material gesek yang menempel pada brake shoe. Saat bersentuhan dengan tromol, kampas menghasilkan gesekan yang mengubah energi gerak menjadi panas sehingga kendaraan dapat melambat.

3. Wheel Cylinder

Wheel cylinder merupakan komponen hidrolik yang bertugas menggerakkan brake shoe. Tekanan minyak rem dari sistem hidrolik akan masuk ke dalam wheel cylinder dan mendorong piston di dalamnya.

Gerakan piston tersebut kemudian diteruskan ke brake shoe sehingga kampas menekan tromol. Karena itu, masalah pada wheel cylinder dapat memengaruhi kemampuan sistem rem dalam menghasilkan tekanan pengereman.

4. Backing Plate

Backing plate merupakan pelat yang menjadi dudukan berbagai komponen rem tromol. Komponen seperti wheel cylinder, brake shoe, pegas, dan mekanisme penyetel umumnya terpasang pada bagian ini.

Selain sebagai dudukan, backing plate juga membantu menjaga posisi komponen tetap sesuai selama sistem pengereman bekerja.

5. Return Spring

Return spring atau pegas pengembali bertugas menarik brake shoe kembali setelah pedal rem dilepas. Dengan begitu, kampas tidak terus menekan tromol ketika pengereman sudah selesai.

Pegas ini juga membantu menjaga jarak antara kampas dan tromol agar roda dapat kembali berputar dengan normal.

6. Brake Shoe Adjuster

Adjuster merupakan mekanisme penyetel celah antara kampas rem dan tromol. Seiring pemakaian, kampas akan mengalami keausan sehingga jaraknya dengan tromol dapat berubah.

Pada desain rem tromol tertentu, adjuster membantu mempertahankan celah tersebut agar tetap sesuai. Bentuk dan mekanismenya dapat berbeda tergantung konstruksi kendaraan.

7. Komponen Pendukung Rem Parkir

Rem tromol juga dapat dilengkapi parking brake lever dan parking brake cable. Keduanya berhubungan dengan mekanisme rem parkir yang bekerja secara mekanis, bukan melalui tekanan hidrolik seperti pengereman menggunakan pedal.

Saat rem parkir diaktifkan, kabel menarik mekanisme pada tromol sehingga brake shoe menekan bagian dalam tromol dan membantu menahan kendaraan agar tidak bergerak.

Cara Kerja Rem Tromol dan Komponen yang Terlibat

Cara kerja rem tromol melibatkan beberapa komponen secara berurutan. Secara sederhana, prosesnya adalah sebagai berikut:

  1. Saat Anda menginjak pedal rem, master cylinder menghasilkan tekanan pada minyak rem.

  2. Tekanan tersebut dialirkan melalui sistem hidrolik menuju wheel cylinder.

  3. Piston di dalam wheel cylinder bergerak dan mendorong brake shoe.

  4. Brake shoe membawa kampas rem hingga menekan permukaan bagian dalam tromol.

  5. Gesekan antara kampas dan tromol mengurangi putaran roda sehingga mobil melambat atau berhenti.

  6. Ketika pedal dilepas, return spring membantu menarik brake shoe kembali sehingga kampas tidak terus bergesekan dengan tromol.

Jadi, pengereman tidak hanya bergantung pada kampas. Seluruh sistem harus bekerja dengan baik agar tekanan dari pedal dapat diteruskan menjadi gaya gesek pada roda.

Baca juga: APA SAJA YANG ADA DI BAGIAN BAWAH MOBIL? INI KOMPONEN-KOMPONEN BESERTA FUNGSINYA

Perbedaan Komponen Rem Tromol dan Rem Cakram

Perbedaan utamanya terletak pada konstruksi dan cara menghasilkan gesekan. Rem tromol menggunakan kampas yang menekan permukaan bagian dalam tromol, sedangkan rem cakram menggunakan kampas yang menjepit piringan atau disc brake.

Rem cakram memiliki konstruksi yang lebih terbuka sehingga panas dan air lebih mudah dilepaskan. Sementara itu, rem tromol memiliki konstruksi lebih tertutup dan menggabungkan beberapa mekanisme di dalam rumah tromol.

Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu memperlambat dan menghentikan kendaraan, tetapi karakteristik serta komponen yang digunakan berbeda.

Baca juga: HINDARI GETOK HARGA! INI ESTIMASI BIAYA PERBAIKAN KAKI KAKI MOBIL DI BENGKEL SPESIALIS

Tanda Komponen Rem Tromol Perlu Diperiksa

Performa rem dapat berubah ketika salah satu bagian mengalami keausan atau gangguan. Beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan antara lain:

  • Pengereman terasa kurang pakem.

  • Terdengar suara berdecit atau suara tidak normal dari roda.

  • Pedal rem terasa terlalu dalam atau berbeda dari biasanya.

  • Mobil terasa bergetar ketika mengerem.

  • Mobil cenderung menarik ke salah satu sisi saat pengereman.

  • Roda terasa terlalu panas atau seperti tertahan setelah berkendara.

Gejala tersebut tidak selalu menunjukkan kerusakan pada satu komponen tertentu. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk mengetahui apakah masalah berasal dari kampas, tromol, wheel cylinder, mekanisme penyetel, sistem hidrolik, atau bagian lainnya.

Cek Kaki-Kaki dan Rem Mobil dalam Satu Pemeriksaan

Memahami komponen rem tromol mobil membantu Anda lebih peka terhadap perubahan pada sistem pengereman, apalagi jika mulai muncul suara tidak normal, rem kurang pakem, atau pedal terasa berbeda. Jika ingin sekaligus mengecek kondisi kaki-kaki dan pengereman, TJM Auto Care menyediakan service kaki-kaki mobil dengan pilihan Paket Kaki-Kaki Super Hemat, Super Komplit, dan All In One sesuai kondisi kendaraan.

Anda bisa konsultasikan keluhan mobil terlebih dahulu dengan melakukan booking agar pemeriksaan dan rekomendasi servis lebih terarah, lalu langsung mengunjungi bengkel cabang TJM Auto Care terdekat yang saat ini mudah sekali ditemukan karena sudah tersedia di banyak kota besar di Indonesia.